Akankah Kita Perawat Mau Merawat Pasien COVID-19?

Jawabannya Tentu dan Harus!

Memang, petugas kesehatan akan dihadapi dengan resiko infeksi penularan sebagai ancaman nyata yang harus dihadapi. Namun, Personal Protective Equipment (PPE) atau Alat Perlindungan Diri (APD) merupakan perlengkapan pertahanan pertama di permukaan guna menangkis kemungkinan penularan di tempat kerja atau rumah sakit. Rekomendasi penggunaan gown, masker N95, google, penutup muka, sarung tangan dan air-purifying respirator merupakan perhatian utama yang harus digunakan untuk membatasi kemungkinan penularan droplet. Rutinitas pemeliharaan kebersihan lingkungan dan personal juga merupakan hal kritis yang harus di jamin untuk dilakukan.

Situasi yang kacau dalam penanganan wabah Covid-19 juga akan menambah resiko petugas kesehatan untuk kurang memperhatikan perlindungan diri. Proses triase yang tepat dan cepat mesti dilakukan petugas kesehatan untuk dapat mengkategorikan dan mengisolasi setiap orang yang mungkin memiliki penyakit dan menularkan dengan segera.

Tenda triase perawatan Covid-19
Sumber:ksat.com

Disamping kewaspadaan pencegahan penularan guna memastikan perawat terlindungi saat bekerja melayani pandemi Covid-19. Perawat harus mengingat dan memegang teguh janji atau sumpah yang telah diikrarkan ketika profesi ini melekat didiri kita. Janji pertama yang kita ucapkan yakni “Saya akan membaktikan hidup saya untuk kepentingan kemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan”. Sebuah untaian kalimat yang begitu tulus mengabdikan diri untuk membantu orang lain meski terkadang setiap hari profesi ini memberikan konsekuensi yang tak sedikit bagi abdinya.

Dalam Undang-Undang No. 38 tahun 2014 pasal 37 poin B kewajiban perawat memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan kode etik, standar pelayanan keperawatan, standar profesi, standar prosedur operasional, dan ketentuan peraturan Perundang-undangan. Peraturan ini mengikat kita secara hukum bahwa kita wajib memberikan pelayanan melalui peran pemberi asuhan keperawatan.

Tidak kalah pentingnya, fenomena yang terjadi sungguh akan menggugah hati kita sebagai perawat untuk bergerak. Masyarakat membutuhkan perawat di tengah kondisi wabah Covid-19 yang menghantui. Tanpa pertolongan yang tulus dari profesi ini kita semua tidak akan mudah melewati situasi kritis yang kita hadapi bersama. Nyawa memang tantangannya namun, apa yang telah terkorbankan tak kan pernah sia-sia. Semoga profesi ini selalu dilindungi.

Petugas kesehatan sedang mendiskusikan perkembangan pasien Covid-19
Sumber: ABC7News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *